Cara Mengatasi Anak Susah Tidur Malam Menurut Islam

Anak susah tidur malam? Ini cara mengatasinya menurut Islam, mulai dari doa dan dzikir sebelum tidur, adab sunnah, hingga rutinitas malam yang menenangkan.

6 menit baca
Bagikan
Cara Mengatasi Anak Susah Tidur Malam Menurut Islam

Malam yang seharusnya menjadi waktu istirahat sering berubah menjadi perjuangan panjang ketika anak sulit tidur. Orang tua kelelahan, anak pun rewel keesokan harinya.

Islam memberikan tuntunan yang menyeluruh soal tidur, mulai dari waktunya, adabnya, hingga dzikir yang menenangkan hati. Bila dipadukan dengan kebiasaan malam yang teratur, anak lebih mudah terlelap.

Berikut cara mengatasi anak susah tidur malam menurut Islam yang bisa diterapkan mulai malam ini.

Ringkasan cepat — cara mengatasi anak susah tidur menurut Islam:

  1. Tidur lebih awal setelah Isya, sesuai kebiasaan Rasulullah SAW.
  2. Bacakan doa dan Ayat Kursi sebelum tidur agar anak merasa terlindungi.
  3. Terapkan adab tidur: berwudhu dan berbaring miring ke kanan.
  4. Hentikan gadget minimal satu jam sebelum waktu tidur.
  5. Buat rutinitas malam yang sama setiap hari agar tubuh anak terbiasa.

1. Pahami Bahwa Tidur Adalah Nikmat dan Tanda Kekuasaan Allah

Sebelum menerapkan teknik apa pun, tanamkan pada anak bahwa tidur adalah karunia Allah untuk memulihkan tubuh. Pemahaman ini mengubah tidur dari kewajiban yang memberatkan menjadi nikmat yang disyukuri.

📖 Dalil: 'Dan Kami menjadikan tidurmu untuk istirahat, dan Kami menjadikan malam sebagai pakaian.' (QS. An-Naba: 9) — Malam diciptakan Allah sebagai waktu istirahat. Menyelaraskan jam tidur anak dengan ritme ini adalah bentuk mengikuti fitrah penciptaan.

2. Biasakan Tidur Lebih Awal Setelah Isya

Rasulullah SAW tidak menyukai tidur sebelum Isya dan berbincang-bincang setelahnya tanpa keperluan (HR. Bukhari). Sunnah ini menunjukkan bahwa waktu setelah Isya adalah saat yang tepat untuk beristirahat.

Anak yang terlalu larut tidur akan melewati puncak rasa kantuknya, lalu justru menjadi aktif kembali. Majukan waktu tidur secara bertahap, sekitar lima belas menit setiap beberapa hari, hingga mencapai jam yang diinginkan. Susunan harian yang membantu dapat dilihat pada jadwal harian anak islami.

3. Bacakan Doa dan Dzikir Sebelum Tidur

Dzikir sebelum tidur menenangkan hati anak sekaligus menjadi benteng penjagaan. Ajarkan doa yang diajarkan Rasulullah SAW, yaitu 'Bismika Allahumma amutu wa ahya' yang berarti dengan nama-Mu ya Allah aku mati dan aku hidup (HR. Bukhari).

Rasulullah SAW juga menganjurkan membaca Ayat Kursi sebelum tidur, dan menyebutkan bahwa siapa yang membacanya akan senantiasa dijaga oleh Allah serta tidak didekati setan hingga pagi (HR. Bukhari). Bacakan pula surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Rangkaian lengkapnya ada pada adab dan doa sebelum tidur sesuai sunnah Rasulullah.

4. Terapkan Adab Tidur Sesuai Sunnah

Beberapa adab tidur yang dicontohkan Rasulullah SAW sangat membantu menenangkan anak. Biasakan anak berwudhu sebelum naik ke tempat tidur, karena wudhu menyegarkan sekaligus menandai peralihan menuju waktu istirahat.

Anjurkan pula berbaring miring ke kanan dengan telapak tangan di bawah pipi, sebagaimana kebiasaan beliau (HR. Bukhari dan Muslim). Matikan atau redupkan lampu, karena suasana gelap membantu tubuh memproduksi hormon tidur secara alami.

5. Cari Tahu Penyebab di Balik Sulit Tidur

Anak yang menolak tidur sering kali sedang menyampaikan sesuatu. Rasa takut gelap, cemas berpisah dari orang tua, lapar, terlalu kenyang, atau kurang aktivitas fisik di siang hari adalah penyebab yang umum.

Dengarkan keluhannya tanpa meremehkan. Bila akarnya adalah rasa takut, tenangkan dengan pendekatan yang tepat seperti diulas pada cara mengatasi anak yang takut gelap menurut Islam. Untuk anak yang mudah rewel di malam hari, lihat cara mengatasi anak yang sering menangis dan rewel.

6. Batasi Gadget dan Aktivitas Berlebihan Menjelang Malam

Cahaya layar dan konten yang merangsang membuat otak anak tetap terjaga. Hentikan penggunaan gadget minimal satu jam sebelum tidur, dan ganti dengan aktivitas yang menenangkan.

Ganti pula permainan yang terlalu memacu adrenalin dengan kegiatan tenang seperti membaca kisah nabi atau berbincang ringan. Pengaturan menyeluruhnya dibahas pada cara mengatasi kecanduan gadget anak menurut Islam.

7. Bangun Rutinitas Malam yang Konsisten

Tubuh anak belajar dari pengulangan. Susun urutan yang sama setiap malam, misalnya makan malam, mandi atau berwudhu, sholat Isya, membaca kisah islami, berdoa, lalu tidur.

Konsistensi ini memberi sinyal kepada tubuh bahwa waktu tidur sudah dekat. Terapkan urutan yang sama termasuk di akhir pekan, agar jam biologis anak tidak bergeser.

8. Tetap Tenang dan Jangan Memaksa dengan Marah

Membentak anak agar segera tidur justru menaikkan ketegangannya dan membuatnya semakin sulit terlelap. Rasulullah SAW dikenal sangat lembut kepada anak-anak dalam segala keadaan.

📖 Dalil: 'Maka berkat rahmat Allah engkau berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu.' (QS. Ali Imran: 159) — Kelembutan lebih efektif menenangkan anak daripada kemarahan, termasuk pada saat menidurkannya.

Bila anak belum juga mengantuk, temani dengan tenang sambil melantunkan dzikir. Ketenangan orang tua menular kepada anak. Latihan mengendalikan emosi dapat dibaca pada cara mengendalikan emosi dan berhenti marah pada anak.

Pertanyaan umum

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Accordion responsif agar pembaca cepat menemukan jawaban.

Bagaimana cara mengatasi anak susah tidur malam menurut Islam? +
Biasakan anak tidur lebih awal setelah Isya, bacakan doa sebelum tidur beserta Ayat Kursi dan surat-surat perlindungan, serta terapkan adab tidur seperti berwudhu dan berbaring miring ke kanan. Lengkapi dengan rutinitas malam yang konsisten dan batasi gadget menjelang tidur.
Apa doa yang dibaca agar anak cepat tidur? +
Doa yang diajarkan Rasulullah SAW sebelum tidur adalah Bismika Allahumma amutu wa ahya, yang berarti dengan nama-Mu ya Allah aku mati dan aku hidup. Dianjurkan pula membaca Ayat Kursi serta surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas sebagai perlindungan.
Kenapa anak susah tidur di malam hari? +
Penyebabnya beragam, mulai dari waktu tidur yang terlalu larut, kurang aktivitas fisik di siang hari, terlalu lama menatap layar gadget, rasa lapar atau terlalu kenyang, hingga rasa takut dan cemas berpisah dari orang tua. Mengenali penyebabnya membantu menentukan penanganan yang tepat.
Apakah dalam Islam ada anjuran waktu tidur untuk anak? +
Rasulullah SAW tidak menyukai tidur sebelum Isya dan berbincang tanpa keperluan setelahnya. Dari sunnah ini dipahami bahwa waktu setelah Isya adalah saat yang baik untuk beristirahat, sehingga anak dianjurkan tidur lebih awal dan bangun untuk Subuh.
Bagaimana adab tidur sesuai sunnah yang bisa diajarkan pada anak? +
Ajarkan anak berwudhu sebelum tidur, membaca doa dan dzikir, berbaring miring ke kanan dengan telapak tangan di bawah pipi, serta mematikan lampu dan merapikan tempat tidur. Adab ini menenangkan sekaligus menanamkan kebiasaan ibadah sejak dini.
Bolehkah memarahi anak yang tidak mau tidur? +
Sebaiknya dihindari, karena kemarahan justru menambah ketegangan dan membuat anak semakin sulit terlelap. Islam menganjurkan kelembutan dalam mendidik. Temani anak dengan tenang, lantunkan dzikir, dan perbaiki rutinitas malamnya secara bertahap.

Artikel terkait

Baca lanjutan

Rekomendasi artikel yang masih relevan.

Komentar

Komentar pembaca

Komentar dimoderasi untuk mengurangi spam.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar yang disetujui.