Malam yang seharusnya menjadi waktu istirahat sering berubah menjadi perjuangan panjang ketika anak sulit tidur. Orang tua kelelahan, anak pun rewel keesokan harinya.
Islam memberikan tuntunan yang menyeluruh soal tidur, mulai dari waktunya, adabnya, hingga dzikir yang menenangkan hati. Bila dipadukan dengan kebiasaan malam yang teratur, anak lebih mudah terlelap.
Berikut cara mengatasi anak susah tidur malam menurut Islam yang bisa diterapkan mulai malam ini.
Ringkasan cepat — cara mengatasi anak susah tidur menurut Islam:
- Tidur lebih awal setelah Isya, sesuai kebiasaan Rasulullah SAW.
- Bacakan doa dan Ayat Kursi sebelum tidur agar anak merasa terlindungi.
- Terapkan adab tidur: berwudhu dan berbaring miring ke kanan.
- Hentikan gadget minimal satu jam sebelum waktu tidur.
- Buat rutinitas malam yang sama setiap hari agar tubuh anak terbiasa.
1. Pahami Bahwa Tidur Adalah Nikmat dan Tanda Kekuasaan Allah
Sebelum menerapkan teknik apa pun, tanamkan pada anak bahwa tidur adalah karunia Allah untuk memulihkan tubuh. Pemahaman ini mengubah tidur dari kewajiban yang memberatkan menjadi nikmat yang disyukuri.
|
📖 Dalil: 'Dan Kami menjadikan tidurmu untuk istirahat, dan Kami menjadikan malam sebagai pakaian.' (QS. An-Naba: 9) — Malam diciptakan Allah sebagai waktu istirahat. Menyelaraskan jam tidur anak dengan ritme ini adalah bentuk mengikuti fitrah penciptaan. |
2. Biasakan Tidur Lebih Awal Setelah Isya
Rasulullah SAW tidak menyukai tidur sebelum Isya dan berbincang-bincang setelahnya tanpa keperluan (HR. Bukhari). Sunnah ini menunjukkan bahwa waktu setelah Isya adalah saat yang tepat untuk beristirahat.
Anak yang terlalu larut tidur akan melewati puncak rasa kantuknya, lalu justru menjadi aktif kembali. Majukan waktu tidur secara bertahap, sekitar lima belas menit setiap beberapa hari, hingga mencapai jam yang diinginkan. Susunan harian yang membantu dapat dilihat pada jadwal harian anak islami.
3. Bacakan Doa dan Dzikir Sebelum Tidur
Dzikir sebelum tidur menenangkan hati anak sekaligus menjadi benteng penjagaan. Ajarkan doa yang diajarkan Rasulullah SAW, yaitu 'Bismika Allahumma amutu wa ahya' yang berarti dengan nama-Mu ya Allah aku mati dan aku hidup (HR. Bukhari).
Rasulullah SAW juga menganjurkan membaca Ayat Kursi sebelum tidur, dan menyebutkan bahwa siapa yang membacanya akan senantiasa dijaga oleh Allah serta tidak didekati setan hingga pagi (HR. Bukhari). Bacakan pula surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Rangkaian lengkapnya ada pada adab dan doa sebelum tidur sesuai sunnah Rasulullah.
4. Terapkan Adab Tidur Sesuai Sunnah
Beberapa adab tidur yang dicontohkan Rasulullah SAW sangat membantu menenangkan anak. Biasakan anak berwudhu sebelum naik ke tempat tidur, karena wudhu menyegarkan sekaligus menandai peralihan menuju waktu istirahat.
Anjurkan pula berbaring miring ke kanan dengan telapak tangan di bawah pipi, sebagaimana kebiasaan beliau (HR. Bukhari dan Muslim). Matikan atau redupkan lampu, karena suasana gelap membantu tubuh memproduksi hormon tidur secara alami.
5. Cari Tahu Penyebab di Balik Sulit Tidur
Anak yang menolak tidur sering kali sedang menyampaikan sesuatu. Rasa takut gelap, cemas berpisah dari orang tua, lapar, terlalu kenyang, atau kurang aktivitas fisik di siang hari adalah penyebab yang umum.
Dengarkan keluhannya tanpa meremehkan. Bila akarnya adalah rasa takut, tenangkan dengan pendekatan yang tepat seperti diulas pada cara mengatasi anak yang takut gelap menurut Islam. Untuk anak yang mudah rewel di malam hari, lihat cara mengatasi anak yang sering menangis dan rewel.
6. Batasi Gadget dan Aktivitas Berlebihan Menjelang Malam
Cahaya layar dan konten yang merangsang membuat otak anak tetap terjaga. Hentikan penggunaan gadget minimal satu jam sebelum tidur, dan ganti dengan aktivitas yang menenangkan.
Ganti pula permainan yang terlalu memacu adrenalin dengan kegiatan tenang seperti membaca kisah nabi atau berbincang ringan. Pengaturan menyeluruhnya dibahas pada cara mengatasi kecanduan gadget anak menurut Islam.
7. Bangun Rutinitas Malam yang Konsisten
Tubuh anak belajar dari pengulangan. Susun urutan yang sama setiap malam, misalnya makan malam, mandi atau berwudhu, sholat Isya, membaca kisah islami, berdoa, lalu tidur.
Konsistensi ini memberi sinyal kepada tubuh bahwa waktu tidur sudah dekat. Terapkan urutan yang sama termasuk di akhir pekan, agar jam biologis anak tidak bergeser.
8. Tetap Tenang dan Jangan Memaksa dengan Marah
Membentak anak agar segera tidur justru menaikkan ketegangannya dan membuatnya semakin sulit terlelap. Rasulullah SAW dikenal sangat lembut kepada anak-anak dalam segala keadaan.
|
📖 Dalil: 'Maka berkat rahmat Allah engkau berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu.' (QS. Ali Imran: 159) — Kelembutan lebih efektif menenangkan anak daripada kemarahan, termasuk pada saat menidurkannya. |
Bila anak belum juga mengantuk, temani dengan tenang sambil melantunkan dzikir. Ketenangan orang tua menular kepada anak. Latihan mengendalikan emosi dapat dibaca pada cara mengendalikan emosi dan berhenti marah pada anak.
Komentar
Komentar pembaca
Komentar dimoderasi untuk mengurangi spam.
Tinggalkan komentar