Cara Mengajarkan Anak Murojaah Hafalan agar Hafalan Al-Qur'an Tak Hilang

Hafalan anak mudah hilang tanpa diulang. Ini cara mengajarkan anak murojaah hafalan Al-Qur'an secara rutin dan menyenangkan agar hafalannya tetap kokoh.

5 menit baca
Bagikan
Cara Mengajarkan Anak Murojaah Hafalan agar Hafalan Al-Qur'an Tak Hilang

Banyak anak berhasil menghafal Al-Qur'an, tetapi tidak sedikit yang hafalannya perlahan hilang. Penyebabnya bukan karena kurang cerdas, melainkan karena kurang murojaah.

Murojaah berarti mengulang kembali hafalan yang sudah dikuasai. Inilah kunci yang membedakan hafalan yang bertahan seumur hidup dengan hafalan yang menguap dalam hitungan bulan.

Artikel ini membahas cara mengajarkan anak murojaah hafalan Al-Qur'an secara rutin agar hafalannya tetap terjaga.

Ringkasan cepat — cara mengajarkan anak murojaah hafalan:

  1. Jadikan murojaah rutinitas harian, bukan kegiatan sesekali.
  2. Pilih waktu terbaik saat anak segar, seperti setelah Subuh.
  3. Bagi murojaah menjadi hafalan baru dan hafalan lama.
  4. Variasikan metode agar anak tidak bosan mengulang.
  5. Dampingi dan koreksi bacaan anak dengan sabar.

1. Mengapa Murojaah Sangat Penting

Hafalan Al-Qur'an bersifat mudah hilang bila tidak dijaga. Rasulullah SAW menggambarkan hal ini dengan perumpamaan yang sangat tepat.

Beliau bersabda, 'Perumpamaan orang yang hafal Al-Qur'an adalah seperti pemilik unta yang terikat. Jika ia terus menjaganya, ia dapat menahannya; dan jika ia melepaskannya, ia akan pergi.' (HR. Bukhari dan Muslim). Murojaah adalah tali yang mengikat hafalan itu agar tidak lepas.

2. Jadikan Murojaah sebagai Rutinitas Harian

Murojaah tidak boleh dilakukan sesekali saat teringat saja. Ia harus menjadi bagian tetap dari hari anak, sama seperti makan dan tidur.

Alokasikan waktu khusus setiap hari, meski hanya sepuluh hingga lima belas menit. Konsistensi harian jauh lebih menjaga hafalan daripada mengulang lama tetapi jarang. Masukkan ke dalam jadwal harian anak islami agar terbiasa.

3. Pilih Waktu Terbaik untuk Murojaah

Waktu murojaah berpengaruh pada kualitasnya. Pilih saat anak masih segar dan pikirannya jernih, seperti setelah sholat Subuh atau menjelang tidur.

📖 Dalil: 'Kami akan membacakan (Al-Qur an) kepadamu (Muhammad) sehingga engkau tidak akan lupa.' (QS. Al-Ala: 6) — Allah menjaga hafalan Nabi-Nya dari lupa. Bagi kita, penjagaan itu diikhtiarkan melalui pengulangan di waktu-waktu terbaik.

Waktu setelah Subuh dikenal sebagai saat yang penuh berkah dan pikiran masih jernih. Bangunkan anak dengan lembut untuk memulai hari dengan Al-Qur'an.

4. Bagi Murojaah: Hafalan Baru dan Hafalan Lama

Murojaah yang teratur membagi pengulangan menjadi dua bagian. Pertama, mengulang hafalan yang baru saja dikuasai agar semakin kuat. Kedua, mengulang hafalan lama secara bergilir agar tidak terlupakan.

Susun jadwal sederhana, misalnya mengulang hafalan baru setiap hari dan memutar hafalan lama beberapa surat per hari. Cara ini memastikan seluruh hafalan tersentuh secara berkala tanpa memberatkan anak.

5. Variasikan Metode agar Anak Tidak Bosan

Mengulang hal yang sama berkali-kali mudah membuat anak jenuh. Karena itu, variasikan cara murojaah agar tetap menarik.

Beberapa variasi yang bisa dicoba: membaca bergantian dengan orang tua, menyimak murottal lalu melanjutkan, murojaah sambil sholat sunnah, atau meminta anak mengajarkan hafalannya kepada adik. Variasi menjaga semangat sekaligus memperkuat ingatan.

6. Dampingi dan Koreksi dengan Sabar

Peran orang tua sangat menentukan keberhasilan murojaah. Sediakan waktu untuk menyimak bacaan anak dan membetulkan kekeliruannya dengan tenang.

Ketika anak keliru, cukup ulangi bacaan yang benar tanpa nada tinggi, agar ia tidak takut. Pendekatan lembut ini selaras dengan cara mendidik pada cara mengendalikan emosi dan berhenti marah pada anak.

7. Iringi dengan Doa dan Keteladanan

Menjaga hafalan adalah ikhtiar lahir yang perlu disempurnakan dengan doa. Ajarkan anak memohon kepada Allah agar dimudahkan menjaga Al-Qur'an.

📖 Dalil: 'dan katakanlah, Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.' (QS. Taha: 114) — Doa memohon tambahan ilmu ini mengajarkan anak bahwa menjaga hafalan adalah gabungan usaha dan pertolongan Allah.

Anak juga lebih semangat murojaah bila melihat orang tuanya turut menjaga bacaan Al-Qur'an. Keteladanan adalah motivasi yang paling membekas.

Pertanyaan umum

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Accordion responsif agar pembaca cepat menemukan jawaban.

Apa itu murojaah hafalan dan mengapa penting bagi anak? +
Murojaah adalah mengulang kembali hafalan Al-Quran yang sudah dikuasai. Ini penting karena hafalan mudah hilang bila tidak diulang, sebagaimana Rasulullah SAW mengumpamakannya seperti unta yang akan lepas jika tidak diikat. Murojaah rutin adalah yang membedakan hafalan yang bertahan lama dengan yang cepat hilang.
Bagaimana cara mengajarkan anak murojaah hafalan? +
Jadikan murojaah rutinitas harian pada waktu anak segar seperti setelah Subuh, bagi pengulangan menjadi hafalan baru dan hafalan lama secara bergilir, variasikan metodenya agar anak tidak bosan, serta dampingi dan koreksi bacaannya dengan sabar. Iringi pula dengan doa dan keteladanan orang tua.
Kapan waktu terbaik untuk murojaah hafalan anak? +
Waktu terbaik adalah saat anak masih segar dan pikirannya jernih, seperti setelah sholat Subuh yang dikenal penuh berkah, atau menjelang tidur. Yang terpenting adalah konsistensi setiap hari, meski hanya sepuluh hingga lima belas menit, karena rutinitas lebih menjaga hafalan daripada durasi panjang yang jarang.
Berapa banyak hafalan yang perlu di-murojaah setiap hari? +
Bagi murojaah menjadi dua, yaitu mengulang hafalan baru setiap hari agar kuat, dan memutar hafalan lama beberapa surat per hari secara bergilir. Jumlahnya disesuaikan dengan kemampuan anak agar tidak memberatkan, yang penting seluruh hafalan tersentuh secara berkala.
Bagaimana agar anak tidak bosan saat murojaah? +
Variasikan metodenya, misalnya membaca bergantian dengan orang tua, menyimak murottal lalu melanjutkan, murojaah sambil sholat sunnah, atau meminta anak mengajarkan hafalannya kepada adik. Variasi ini menjaga semangat anak sekaligus memperkuat ingatannya terhadap ayat yang diulang.
Apa yang harus dilakukan orang tua saat anak keliru saat murojaah? +
Betulkan dengan tenang tanpa nada tinggi, cukup ulangi bacaan yang benar lalu minta anak menirukannya. Menegur dengan keras membuat anak takut dan enggan mengulang. Pendampingan yang sabar dan penuh kasih membuat anak nyaman dan konsisten menjaga hafalannya.

Artikel terkait

Baca lanjutan

Rekomendasi artikel yang masih relevan.

Komentar

Komentar pembaca

Komentar dimoderasi untuk mengurangi spam.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar yang disetujui.